Caperz



Caperz adalah mesin pencarian video. Kami telah mengindeks jutaan video dari seluruh dunia



Please Subscribe
Nama:TERKUAK !! Sosok Misterius Soeharto Menurut Permadi yg belum Terceritakan
Durasi:19 mnt 57 dtk
Dilihat:912,175
Dipublikasikan:07 Oktober 2018
Sumber:Youtube
Description::Sebelum berkarir di panggung politik, pria kelahiran Semarang, 16 Mei 1940 ini sejak usia remaja, sudah dikenal sebagai orator ulung dari panggung ke panggung. Terlebih, ketika ia tengah menempuh pendidikan di kampus Universitas Indonesia (UI). Bahkan selepas dari kampus UI, aktifitas politiknya kian nampak berdiri di barisan oposisi saat meletus perlawanan di masa-masa awal era orde baru tahun 1966. Pun termasuk hari ini, di ’era reformasi’ yang dianggapnya malah sudah mengkhianati UUD 1945. Komentar maupun orasinya dalam berbagai kesempatan kerap membuat kuping pemerintah panas. Bahkan termasuk kawan maupun lawan politiknya di Senayan,

Kini, selepas keluar dari Senayan, ia pun bergabung dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sebagai salah satu anggota Dewan Pembina. Konon, bergabungnya ke partai bentukan Prabowo ini bukan karena faktor kebetulan, tapi lebih pada kesamaan visi dan misinya untuk membangun negeri ini lebih baik. ”Bergabungnya saya ke Gerindra bukan kebetulan tapi sudah takdir Gusti Allah, untuk melanjutkan perjuangan sebagai penyambung lidah Bung Karno,” tandas suami dari Dewi Noorjanti yang dinikahinya pada tahun 1971 silam.

Lantas seperti apa pemikiran Permadi yang diperjuangkan lewat Gerindra sebagai gerbong politiknya? Berikut ini perbincangan Hayat Fakhrurrozi dari GARUDA, saat menemuinya di ruang kerjanya di Kantor DPP Partai Gerindra, di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Bisa diceritakan awal mula Anda terjun ke dunia politik?

Sejak kecil saya ini Soekarnois. Saya pun terlahir sebagai seorang aktifis. Dulu jaman Soeharto saya pernah dijebloskan ke penjara sebagai pelaku makar. Saya pun pernah dikenai dua Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Tapi anehnya kedua BAP itu hilang. Ternyata, saya dapat informasi BAP itu dihilangkan atas perintah Soeharto.

Singkat cerita, akhirnya jelang era reformasi saya diminta gabung dengan keluarga idola saya, Bung Karno untuk ikut memperjuangkan nasib wong cilik. Saya pun berhasil menjadi anggota dewan untuk dua periode, tapi memasuki tahun ke sembilan sebagai wakil rakyat, saya keluar karena muak dengan perilaku DPR.

Apa yang membuat Anda gabung dengan Gerindra?

Awalnya, saya diminta oleh Mas Prabowo untuk menemaninya ziarah ke makam Bung Karno. Saya kaget sekaligus senang, seorang anak begawan ekonomi, mantu Suharto ujug-ujug mengajak saya ke makam Bung Karno. Ada apa ini? Akhirnya saya pun mengantarnya ke sana. Di sana pula saya digombali Prabowo.

Maksudnya?

Ya, dia bilang, setelah saya amati dari orasi, pidato dan aktifitas pak permadi, ternyata Anda adalah Soekarnois dua ribu persen. Wuih, siapa yang tidak senang dibilang begitu. Tapi dia melanjutkan omongannya, Saya Prabowo memerlukan Soekarnois sejati seperti anda. Akhirnya tanpa pikir panjang, tidak mikirin gaji, popularitas sebagai anggota dewan terhormat, saat itu juga saya keluar dari DPR dan langsung menerima lamaran Prabowo untuk masuk ke Gerindra. Otomatis saat itu juga saya harus keluar dari PDI-P, karena dulu saya menjadi DPR dari partai itu.

Proses masuknya Anda sendiri ke Gerindra seperti apa?

Ya itu tadi, saya dilamar oleh Prabowo untuk masuk ke Gerindra. Sama seperti dulu saya gabung ke PDI-P.

Setelah masuk ke Gerindra, apa tugas Anda?

Saya diminta Prabowo menjadi salah satu anggota Dewan Pembina partai. Saya pun bagian dari Badan Seleksi Organisasi (BSO) Geridra. Sejak saat itu juga, saya langsung aktif berkantor dari pagi hingga sore hari. Boleh dibilang, saya adalah satu-satunya anggota Dewan Pembina yang aktif setiap hari ngantor. Bahkan boleh dicek di daftar tamu sana, saya lebih banyak menerima tamu dari pada pengurus.
Suka ini ?: